Pidato

Kecil di Peta, Besar di Cerita

Habriyani Bala Hegi
Habriyani Bala Hegi
Kelas XII MIPA 1
23 Oktober 2026
3 menit baca
NASKAH PIDATO: MENJADI GENERASI MUDA PENJAGA BUDAYA RAI HAWU ๐€๐ฌ๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ฆ๐ฎ๐š๐ฅ๐š๐ข๐ค๐ฎ๐ฆ ๐–๐š๐ซ๐š๐ก๐ฆ๐š๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ฅ๐š๐ก๐ข ๐–๐š๐›๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ๐ฎ๐ก, ๐’๐ก๐š๐ฅ๐จ๐ฆ, ๐Ž๐ฆ ๐’๐ฐ๐š๐ฌ๐ญ๐ข๐š๐ฌ๐ญ๐ฎ, ๐๐š๐ฆ๐จ ๐๐ฎ๐๐๐ก๐š๐ฒ๐š, ๐’๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐Š๐ž๐›๐š๐ฃ๐ข๐ค๐š๐ง Yang terhormat Bapak/Ibu Kepala SMA Negeri 2 Hawu Mehara, Yang terhormat Bapak/Ibu Dewan Guru, Serta teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan. Perkenalkan, nama saya HABRIYANI BALA HEGI dari kelas XIIMIPA,Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan pidato dengan judul : (๐Š๐„๐‚๐ˆ๐‹ ๐ƒ๐ˆ ๐๐„๐“๐€,๐๐„๐’๐€๐‘ ๐ƒ๐ˆ ๐‚๐„๐‘๐ˆ๐“๐€) Teman-teman sekalian, Kita punya Rai Hawu,Kita punya alam yang Indah dengan pasir putihnya yang tidak kalah dari Bali. Kita punya savana dan bukit kapur yang indah. Tapi yang lebih penting, kita punya budaya yang masih hidup. Di saat banyak daerah sudah melupakan tradisi, kita di Sabu Raijua masih menjaga Jingitiu, kepercayaan asli leluhur kita. Kita masih melaksanakan ritual Hole, melarungkan perahu kecil ke laut sebagai tanda syukur. Pacuan kuda tanpa pelana yang mengajarkan kita arti keberanian. Dan kita punya Tenun Ikat Hawu. Coba teman-teman lihat seragam adat kita. Warna biru tua dari motif geometris kecil itu bukan sekadar kain,Itu adalah KTP kita. Itu adalah penanda Udu, klan kita. Itu adalah identitas yang tidak bisa dibeli dengan uang. Teman-teman, Pertanyaannya sekarang, apa peran kita sebagai siswa SMA Negeri 2 Hawu Mehara? Peran kita ada tiga. ๐Ÿ. ๐Š๐ž๐ง๐š๐ฅ๐ข,Jangan malu bertanya kepada nenek, kakek, dan orang tua tentang arti motif tenun dan cerita di balik ritual adat. Karena jika bukan kita yang bertanya, siapa lagi? ๐Ÿ. ๐๐š๐ง๐ ๐ ๐š๐ค๐š๐ง, Jangan ragu memakai tenun Sabu ke mana pun. Posting di media sosial, tulis di website Karya Siswa ini. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangga menjadi anak RaiHawu. ๐Ÿ‘. ๐‹๐ž๐ฌ๐ญ๐š๐ซ๐ข๐ค๐š๐ง, Melestarikan tidak harus dengan hal besar. Cukup dengan menulis satu puisi tentang Sabu, satu artikel tentang Pantai Seba, atau satu cerpen tentang kuda Sabu. Tulisan kita hari ini akan menjadi sejarah untuk adik-adik kita nanti. Akhir kata, saya ingin mengajak kita semua untuk merenung. Pulau ini kecil di peta, tapi besar di hati kita. Jangan tunggu Sabu Raijua terkenal baru kita bangga. Banggalah dulu, maka Sabu Raijua akan terkenal karena kita. Sekian pidato dari saya. Jika ada kata yang salah, saya mohon maaf. ๐–๐š๐ฌ๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ฆ๐ฎ๐š๐ฅ๐š๐ข๐ค๐ฎ๐ฆ ๐–๐š๐ซ๐š๐ก๐ฆ๐š๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ฅ๐š๐ก๐ข ๐–๐š๐›๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ๐ฎ๐ก.
Bagikan karya ini:

Punya Karya Serupa?

Kembangkan bakat tulismu dan jadilah bagian dari etalase karya literasi SMA Negeri 2 Hawu Mehara.

Kirim Karyamu Sekarang